Langsung ke konten
Lampion merah dijual di sebuah lapak di Glodok, Pecinan Jakarta

Glodok (Pecinan)

Kelenteng, lorong pasar, dan kuliner Tionghoa-Indonesia

Glodok menjadi pusat kehidupan Tionghoa di Jakarta sejak abad kedelapan belas, ketika penguasa Belanda mewajibkan komunitas Tionghoa tinggal di luar tembok Batavia setelah pembantaian 1740. Kini ia menjadi kawasan niaga padat berisi mal elektronik, toko emas, dan toko obat — dan, di gang-gang di belakangnya, salah satu tempat paling mengasyikkan di kota ini untuk berjalan dan makan.

Intinya adalah Petak Sembilan, jalan pasar yang menjual hasil bumi, kodok hidup, sesaji kelenteng, dan manisan, yang berujung di gerbang kelenteng tertua di kota ini. Imlek dan Cap Go Meh adalah perayaan besarnya, tetapi pagi mana pun selalu ramai.

Hal terbaik untuk dilakukan di Glodok (Pecinan)

Kunjungi Vihara Dharma Bhakti

Juga dikenal sebagai Kim Tek Ie atau Jin De Yuan, kelenteng Buddha-Tao ini didirikan sekitar 1650. Ruang utamanya rusak berat akibat kebakaran pada 2015 dan menjalani pemugaran, tetapi tetap digunakan, pekat dengan asap dupa dan lilin merah. Masuklah dengan tenang dan minta izin sebelum memotret umat.

Susuri pasar Petak Sembilan

Jelajahi lorong pasar dari Jalan Pancoran ke arah kelenteng, lalu cari Kelenteng Toa Se Bio di dekatnya dan Gereja Santa Maria de Fatima, gereja Katolik di bekas rumah besar Tionghoa dengan atap melengkung dan singa penjaga.

Makan sepanjang Gang Gloria

Gang sempit di sisi Jalan Pancoran ini pusatnya sarapan: mi, sate babi, gado-gado, kudapan manis, dan es kopi di kedai kopi yang sudah ada sejak 1920-an. Perlu dicatat, banyak makanan di Glodok tidak halal.

Minum teh di Pantjoran Tea House

Di pintu masuk Glodok, gedung sudut hasil pemugaran yang dulunya apotek kini menyajikan teh dan masakan Tionghoa. Di luar, teko-teko teh gratis bagi orang yang lewat menghidupkan kembali tradisi lama setempat.

Ikut tur kuliner

Jalan-jalan kuliner Pecinan berpemandu adalah cara termudah menemukan lapak terbaik dan memahami apa yang Anda makan.

Kelenteng Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti) di GlodokLilin merah tinggi di dalam sebuah kelenteng di Petak Sembilan

Cara menuju Glodok (Pecinan)

  • Dengan TransJakarta: Koridor 1 berhenti di Glodok, di Jalan Gajah Mada.
  • Dari Kota Tua: sekitar 1 km di selatan Taman Fatahillah; 15 menit berjalan kaki.
  • Dengan KRL: Stasiun Jakarta Kota, lalu berjalan ke selatan.

Tips orang dalam

  • Datanglah pagi hari, idealnya sebelum pukul 10.00: pasar dan lapak sarapan mulai sepi menjelang awal siang.
  • Bawa uang pecahan kecil; sebagian besar lapak hanya menerima tunai atau pembayaran QR lokal.
  • Gangnya sempit dan berbagi dengan sepeda motor — tetaplah di pinggir.
  • Berpakaian sopan untuk kelenteng dan jangan menyentuh sesaji di altar.

Tur & tiket terbaik untuk Glodok (Pecinan)

Pengalaman dengan ulasan terbaik ini adalah cara termudah mengunjungi Glodok (Pecinan):

Sepiring sate ayam di Jakarta Tur kuliner mulai €34
🕒 4 jam 📍 Dari Titik temu di Jakarta Pusat ⭐ 4.8 (93)

Jakarta: Tur Gabungan Kuliner Kaki Lima Lokal dengan MRT Jakarta

Tur kuliner gabungan yang memakai MRT untuk menghubungkan beberapa tempat makan, dari hidangan kaki lima yang dimasak saat dipesan hingga cita rasa Jawa yang lebih halus. Cara santai untuk makan beragam dengan aman.

  • Hidangan pedagang kaki lima yang dimasak di tempat
  • Berpindah antarpersinggahan dengan MRT
  • Termasuk cicipan makanan

Ketersediaan terkini: tur di sekitar Glodok (Pecinan)

Powered by GetYourGuide
Rencanakan hari-hari Anda di Jakarta

Jadikan persinggahan di Jakarta salah satu puncak perjalanan Anda di Indonesia

Naik lift ke puncak Monas, berjalan dari Masjid Istiqlal ke Katedral, berburu kuliner di Glodok dan Blok M, lalu kabur ke Kepulauan Seribu atau kebun teh di sekitar Bandung. Bandingkan pengalaman dengan ulasan terbaik dan pesan dalam beberapa ketukan.

Perlu diketahui

Tanya jawab Glodok (Pecinan)

Pertanyaan yang sering diajukan

Glodok dikenal karena apa?

Inilah Pecinan bersejarah Jakarta, dikenal karena kelenteng, pasar tradisional, kuliner Tionghoa-Indonesia, dan toko elektroniknya.

Kapan waktu terbaik ke Glodok?

Pagi hari, saat pasar dan gang kuliner paling ramai. Imlek adalah waktu paling semarak dalam setahun.

Apakah makanan di Glodok halal?

Banyak yang tidak, karena daging babi umum dipakai. Sebagian lapak halal — tanyakan, atau ikut tur kuliner dan sampaikan kebutuhan Anda kepada pemandu.

Bisakah Glodok digabung dengan Kota Tua?

Dengan mudah. Jaraknya sekitar satu kilometer; Glodok pada pagi hari dan kota tua pada sore hari.