Museum Nasional Indonesia menghadap Monas dari sisi barat Lapangan Merdeka. Museum ini tumbuh dari koleksi Perhimpunan Batavia untuk Kesenian dan Ilmu Pengetahuan yang didirikan pada 1778, dan gedung neoklasiknya dibuka pada 1868. Warga Jakarta menyebutnya Museum Gajah karena gajah perunggu di halamannya — hadiah Raja Chulalongkorn dari Siam pada 1871.
Museum ini menyimpan koleksi yang jauh paling kaya di negeri ini: arca batu dari kerajaan Hindu-Buddha di Jawa, perhiasan kebesaran dari emas, keramik, tekstil, dan bahan etnografi dari Sumatra hingga Papua. Sebagian gedung lama rusak akibat kebakaran pada 2023; museum dibuka kembali pada 2024 setelah pemugaran, dengan tata pamer yang diperbarui. Beberapa ruang mungkin masih ditata ulang, jadi periksa apa saja yang dibuka.
Hal terbaik untuk dilakukan di Museum Nasional Indonesia
Mulai dari halaman arca
Serambi terbuka di sekeliling halaman tengah dijajari arca batu Hindu dan Buddha dari abad kedelapan hingga kelima belas — Ganesha, Durga, dan arca penjaga — dan didominasi arca Bhairawa dari Sumatra yang menjulang lebih dari empat meter.
Lihat ruang emas dan khazanah
Galeri khazanah memamerkan perhiasan emas, keris, dan benda upacara dari keraton-keraton Indonesia, di antaranya temuan dari masa klasik Jawa Tengah. Bagi banyak pengunjung, inilah puncaknya.
Keliling Nusantara di ruang etnografi
Maket rumah, tekstil, wayang, alat musik, dan ukiran memberi gambaran ringkas tentang ratusan budaya di negeri ini — pendamping yang sangat baik untuk kunjungan ke Taman Mini.
Ikut tur berpemandu
Pemandu sukarelawan sudah lama menawarkan tur gratis dalam bahasa Inggris dan bahasa lain pada hari-hari tertentu. Tanyakan jadwal terkini di pintu masuk, atau berkunjunglah sebagai bagian dari tur kota berpemandu.

Cara menuju Museum Nasional Indonesia
- Dengan TransJakarta: Koridor 1 berhenti di Monumen Nasional, hampir di depan museum.
- Dari Monas: museum berada di seberang Jalan Medan Merdeka Barat dari sisi barat lapangan — 10 menit berjalan kaki dari area pintu masuk monumen.
- Dengan MRT: naik ke Bundaran HI lalu pindah ke TransJakarta Koridor 1 arah utara selama beberapa halte.
Tips orang dalam
- Museum biasanya tutup hari Senin. Tiket bagi pengunjung asing lebih mahal daripada bagi warga Indonesia tetapi tetap terjangkau; cek harga terkini.
- Sediakan dua jam untuk kunjungan pertama. Museum ini ber-AC, sehingga cocok untuk bagian terpanas hari atau sore yang hujan.
- Tas besar dititipkan di penitipan. Memotret tanpa lampu kilat umumnya diperbolehkan.
- Padukan dengan Monas pada pagi hari dan museum mulai menjelang siang.
Tur & tiket terbaik untuk Museum Nasional Indonesia
Pengalaman dengan ulasan terbaik ini adalah cara termudah mengunjungi Museum Nasional Indonesia:
Tur kota mulai €51 Jakarta: Tur Keliling Kota Sehari Penuh
Tur kota Jakarta dengan ulasan terbanyak yang kami cantumkan. Pemandu mengajak Anda menyusuri rangkaian landmark ibu kota yang terkurasi, mencakup sejarah, budaya, dan kehidupan beragamanya dalam satu hari, serta mengambil alih urusan perencanaan — dan strategi menghadapi macet.
- Landmark paling terkenal di kota dalam satu hari berpemandu
- Sejarah, seni, tradisi, dan tempat ibadah
- Tersedia penjemputan di hotel
Tur pusaka privat mulai €54 Tur Kota Jakarta dengan Warisan Batavia Lama dan Museum
Tur privat di utara: kota tua dan museum sejarahnya, Glodok, sanggar wayang, dan Sunda Kelapa, dengan naik bajaj roda tiga sebentar.
- Kota Tua, Pecinan, dan pelabuhan lama
- Sanggar wayang dan Museum Fatahillah
- Naik bajaj sebentar
Lokakarya mulai €21 Jakarta: Lokakarya Batik 1 Jam bersama Instruktur Lokal
Pengenalan singkat dan langsung praktik pada seni tekstil Indonesia yang paling terkenal. Instruktur menunjukkan dasar-dasarnya, Anda membuat karya sendiri dan membawanya pulang.
- Pelajari dasar-dasar membatik
- Buat desain Anda sendiri
- Bawa pulang cendera mata buatan tangan




